Showing posts with label Book. Show all posts
Showing posts with label Book. Show all posts

Monday, July 23, 2007

Harry Potter Catat Rekor

Novel seri terakhir Harry Potter disambut gegap gempita oleh para penggemarnya. Ratusan orang rela antri demi mendapatkan buku seri terakhir itu.

Acara resmi penjualannya sendiri ditandai dengan pembacaan cerita tersebut oleh penulisnya, JK Rowling di hadapan para penggemarnya di Museum London, Jumat kemarin.

Dalam 24 jam pertama, edisi ketujuh alias terakhir buku seri Harry Potter berhasil mencetak angka penjualan 8,3 juta eksemplar di seluruh AS. Berita tersebut dikeluarkan oleh penerbit resmi Harry Potter di Amerika, Scholastic Inc.

Tak satupun buku lain, bahkan enam edisi terdahulu Harry Potter, yang begitu cepat laku. Harry Potter and the Deathly Hallows terjual rata-rata lebih dari 300 ribu eksemplar per jam, atau lebih dari 5.000 buku per menit.

Angka itu tidak mengejutkan. Maklum, Deathly Hallows memang dirancang untuk memecah rekor. Pada Sabtu lalu (21/7), buku tersebut dirilis 12 juta eksemplar untuk cetakan pertama di AS saja.

"Strategi distribusi kami betul-betul sesuai dengan target, yaitu menjual 8,3 juta eksemplar dalam 24 jam," kata Lisa Holton, Presiden Scholastic.

Lantaran banyak orang sibuk berburu buku Harry Potter and the Deathly Hallows, film Harry Potter and the Order of the Phoenix, agak terabaikan.

"Mereka ingin memperoleh buku itu pada hari Sabtu (21/7), diam di rumah dan membacanya, karena mereka tak ingin teman-teman mereka pada hari Senin (23/7) mengatakan kepada mereka siapa yang membacanya dan siapa yang tidak," ucap Dan Fellman, Kepala Distribusi Warner Bros., perusahaan film yang mengedarkan film-film Harry Potter.

Tuesday, July 17, 2007

Pengamanan Super Ketat Untuk Harry Potter

Apakah Harry Potter akan mati? Fiksi ataupun bukan, pertanyaan mengenai yang akan terjadi pada penyihir muda dalam buku ketujuh serta edisi terakhir dari buku yang berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows itu menjadi bahan pembicaraan jutaan masyarakat penggemarnya lima hari menjelang buku tersebut beredar di pasaran.

Buku jilid keenam meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab seperti, apa dan di mana letak Horcrux? Apa Deathly Hallows itu? Siapakah R.A.B yang misterius? Di mana letak kesetiaan Severus Snape? Apakah Ron dan Hermione akan bersatu?

Pada akhir Juni 2006, JK Rowling mengatakan bahwa ia akan mematikan paling tidak dua karakter dalam buku ketujuh, dan yang ketiga akan mendapat penangguhan, permainan tebak-menebak pun dimulai. Akankah Harry Potter mati?

Ribuan pembaca Harry Potter telah memilih secara online dalam polling mengenai itu. Para bandar tampaknya juga dapat membaca yang dipikirkan para penjudi mengenai pertanyaan tersebut.

Hal tersebut mengakibatkan pengamanan semakin diperketat untuk melindungi isi dari buku ketujuh yang diharapkan terjual lebih dari tujuh juta kopi di seluruh dunia.

"The Sunday Telegraph" melaporkan bahwa beberapa truk yang membawa buku tersebut dari gudang ke toko buku pada minggu ini akan dilengkapi dengan sistem pelacak satelit untuk memastikan truk-truk itu tetap berada pada rute yang sudah ditetapkan.

Rak-rak buku dari Harry Potter ketujuh itu juga dilengkapi dengan alarm yang biaya operasinya diperkirakan memakan biaya 10 juta pounds atau sekitar 20 juta dolar AS.

Penerbit buku Harry Potter di Inggris Bloomsbury menggaris bawahi mengenai sanksi yang dapat diterima oleh para penjual buku retail Harry Potter jika mereka melanggar perjanjian yang telah ditandatangani.

"Kami memiliki spesialis hukum media yang bekerja selama 24 jam setiap harinya, tujuh hari seminggu untuk mengatasi berbagai pelanggaran atau kebobolan yang mungkin terjadi," katanya. "Merupakan perhatian utama Bloomsbury untuk memperkuat peraturan itu serta akan segera melakukan tindakan selanjutnya jika memang diperlukan."

"Kita akan meminta kepada semua orang untuk bekerjasama menjaga kerahasiaan plot tersebut sampai dengan tanggal 21 Juli. Kami tidak menyangka banyak masyarakat yang ingin merusak kerahasiannya," ujarnya.

Pada tahun 2003, seorang pekerja percetakan di Inggris dihukum 180 jam kerja sosial setelah menawarkan untuk menjual tiga bab dari buku Harry Potter kelima kepada sebuah tabloid.

"Sepertinya buku edisi terakhir ini telah sampai pada tahap penerbitan tanpa adanya hambatan dari para perusak. Dan jika buku tersebut sampai di toko buku tanpa adanya halangan dari para pengganggu, maka itu akan menjadi sangat luar biasa," kata Melissa Anelli, editor pada situs populer bagi para penggemar Harry Potter di http://www.the-leaky-cauldron.org.

Walaupun penerbit Harry Potter benar-benar melindungi rahasia tersebut sampai dengan Sabtu, Anelli berharap jawaban dari pertanyaan besar itu akan muncul di internet dalam waktu beberapa jam sebelum buku tersebut dirilis.

Daniel Radcliffe, pemeran Harry Potter, pernah menyumpahi seorang pengganggu yang mengendarai mobil dan berteriak pada penggemar yang mengantri untuk buku jilid keenam. Si penggangu meneriakkan bahwa Dumbledore mati di buku keenam tersebut. Teriakannya tentu saja memberi kejutan luar biasa terhadap para penggemar itu.

Harry Potter And The Deadly Hallows akan diluncurkan tanggal 21 Juli nanti.

Tuesday, July 10, 2007

Save Harry Potter !

Semenjak peluncuran buku Harry Potter and The Sorcerer's Stone yang mengawali serial Harry Potter, JK Rowling telah menyatakan bahwa kisah Harry akan ditutup di buku ketujuh. Namun menjelang peluncuran buku terakhir yang diberi judul Harry Potter and the Deathly Hallows tanggal 21 Juli mendatang, penggemar Harry Potter tidak menginginkan kisah ini berakhir.

Sebuah petisi pun kini tengah dirancang oleh sebuah jaringan toko buku Waterstone's. Petisi bernama Save Harry (Selamatkan Harry) itu berisi permohonan agar Rowling mengurungkan niatnya mengakhiri novel masterpiece tersebut pada seri ketujuh.

"Jutaan, mungkin miliaran dari kami, menyukai membaca petualangannya dan kami tak pernah menginginkan serial itu berakhir," kata petisi online itu, yang diluncurkan Senin pada www.saveharrypotter.co.uk.

Kegelisahan para penggemar Harry Potter ini dipicu oleh niat JK Rowling yang hendak 'mematikan' dua tokoh utama dari serial Harry Potter. Rencana tersebut menimbulkan sejumlah spekulasi. Sebagian pihak meyakini bahwa satu di antara tokoh utama yang akan mati itu adalah Harry Potter.

Setelah 17 tahun menulis kisah Harry Potter, JK Rowling menyebutkan bagaimana perasaan euforia itu telah bercampuraduk saat dia menuliskan kata terakhir pada buku pamungkas tersebut. "Ketika saya merampungkan sebuah chapter yang telah mendekati akhir, saat itu saya sungguh merasa sedih."

Namun dalam wawancara televisi, Rowling membuat para penggemarnya tergoda. Sekalipun tipis kemungkinannya, pada satu hari dia akan kembali menulis tentang dunia magis di Hogwarts.

"Saya rasa kisah Harry jelas akan berakhir pada buku ketujuh," ujarnya kepada BBC pada akhir pekan lalu. "Namun demikian, saya telah menyatakan berulang kali bahwa saya tak akan menyatakan tidak."

Bahkan sekiranya dia betul-betul menulis buku lainnya, tak jelas apakah beberapa tokoh utamanya, termasuk Harry, akan memainkan peran walau hanya sebagian.