Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts

Tuesday, February 5, 2008

Ditemukan : Protein Yang Dibutuhkan Virus HIV

Sebanyak 273 protein dalam tubuh manusia teridentifikasi sebagai protein yang dibutuhkan virus AIDS untuk menginfeksi manusia. Dengan penemuan ini, para peneliti mempunyai lebih banyak jalan untuk mencegah atau menyembuhkan infeksi HIV.

"Penelitian ini akan memberikan banyak pemahaman tentang bagaimana virus ini berfungsi. Informasi tersebut bisa digunakan untuk mengakali virus tersebut," tegas Dr. Stephen J. Elledge, pemimpin penulisan paper penelitian. Paper tersebut dipublikasikan secara online melalui SciencExpress.

Untuk menemukan 273 protein yang menjadi bagian dari lingkaran hidup HIV, Elledge dan koleganya memindai ribuan protein dengan RNA, yang bisa mematikan satu gen dalam sel. Kemudian peneliti memasukkan HIV ke dalam sel tersebut untuk melihat apakah virus tersebut bereproduksi.

Hasil penelitian ini disambut gembira oleh peneliti AIDS. Dr. Robert C. Gallo, direktur Institute of Human Virology di Universitas Maryland menyebutnya penemuan luar biasa. Sementara Dr. Anthony S. Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases mendeskripsikannya sebagai elegant science.

Gangguan Tidur Memperbesar Resiko Diabetes

Para peneliti di Universitas Chicago Medical Center menyebutkan bahwa tidur yang terganggu bisa merusak kemampuan tubuh mengatur kadar gula dalam darah, yang mana berpotensi meningkatkan resiko menderita diabetes tipe 2.

Lebih dari 18 juta orang Amerika menderita diabetes, kebanyakan diabetes tipe 2. Di mana tubuh menjadi kebal terhadap insulin dan atau tidak memproduksi cukup insulin untuk mengatur kadar gula dalam aliran darah.

Dalam sebuah eksperimen kecil yang dipimpin oleh Dr. Esra Tasali, tim peneliti menemukan bahwa gangguan pada periode tidur nyenyak para relawan, dalam waktu singkat menyebabkan penurunan kemampuan tubuh mereka mengatur kadar gula dalam darah.

Penemuan ini dilaporkan minggu kemarin dalam edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences.

Tim peneliti mempelajari pola tidur sembilan relawan, yang terdiri dari lima pria dan empat perempuan. Semua relawan dalam kondisi berat badan normal, sehat, berusia antara 20 sampai 31 tahun.